Penghuni langit menangis, menjadi saksi bisu akan perbuatan laknat para penggila kuasa. Terbahak, menganga selebar dengan luka hati para manusia suci. Menangis, menjerit, memanggil pada sang bunda yang hanya bisa menangis tanpa wujud.
Oh…inikah balas mereka? Sang kakek yang telah berusaha menghantarkan mereka pelita kebenaran dengan penuh perjuangan keringat, darah, dan juga airmata.
Kenapa kalian perlakukanku seperti ini?kalian membiarkan keluargaku kehausan, sedang kalian membiarkan anjing-anjing meminum air dari sungai yang senantioasa mengalir?
Kenapa kalian begitu bernafsu membantai keluargaku satu persatu seolah kami adalah pelaku kejahatan yang telah merampas hak-hak kalian? Kalian biarkan kami menangis ditengah sahara, sedang kalian menari dengan anggur-anggur! Kalian memerangi kami yang mulanya kalian undang untuk membantu.
Oh nainawa…cukuplah kau jadi saksi kekejaman mereka atas kami darah-darah manusia dari manusia yang Mulia, yang mereka tumpahkan dengan cara sangat keji. Pedang-pedang ini akan menghantarkan kami dengan kesyahidan, mempertemukan kami dengan Nabi. Sungguh kerinduanku akan pertemuanku dengan kakekku Muhammad, ayahku Ali, bundaku Fatimah, serta abangku Hasan, mengalahkan ketakutanku akan ujung-ujung pedang kalian.
Oh…inikah balas mereka? Sang kakek yang telah berusaha menghantarkan mereka pelita kebenaran dengan penuh perjuangan keringat, darah, dan juga airmata.
Kenapa kalian perlakukanku seperti ini?kalian membiarkan keluargaku kehausan, sedang kalian membiarkan anjing-anjing meminum air dari sungai yang senantioasa mengalir?
Kenapa kalian begitu bernafsu membantai keluargaku satu persatu seolah kami adalah pelaku kejahatan yang telah merampas hak-hak kalian? Kalian biarkan kami menangis ditengah sahara, sedang kalian menari dengan anggur-anggur! Kalian memerangi kami yang mulanya kalian undang untuk membantu.
Oh nainawa…cukuplah kau jadi saksi kekejaman mereka atas kami darah-darah manusia dari manusia yang Mulia, yang mereka tumpahkan dengan cara sangat keji. Pedang-pedang ini akan menghantarkan kami dengan kesyahidan, mempertemukan kami dengan Nabi. Sungguh kerinduanku akan pertemuanku dengan kakekku Muhammad, ayahku Ali, bundaku Fatimah, serta abangku Hasan, mengalahkan ketakutanku akan ujung-ujung pedang kalian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar