artikel

Senin, 21 Maret 2011

itu konsekuensi

Untuk sahabat yang pernah mengalami patah hati…
“patah hati dapat berlangsung selama yang kau kehendaki, dan meninggalkan luka sedalam yang kau inginkan. Tantangannya bukan bagaimana kau bisa tetap hidup setelah patah hati, tapi bagaimana kau memetik pelajaran dari peristiwa itu.”
Begitulah kata dalam sebuah buku penuh hikmah. Tak ada seorangpun yang ingin merasakan yang namanya patah hati, membayangkannya saja semua orang enggan. Tapi tahukah kita, patah hati sama saja dengan kecewa, ditemukan tidak hanya dalam hubungan dengan sebuah komitmen. Dalam persahabatan, hubungan kerja, dan hubungan yang lainnya. Dapat dikatakan ini adalah sebuah konsekuensi dari sebuah hubungan sosial.
Kita kembali pada kata-kata diatas, patah hati itu sebenarnya tidak akan pernah dirasakan atau bahkan menyebabkan seseorang mengambil tindakan bodoh semisal bunuh diri. Kalo kita bisa menyadarkan hati kita dari awal sebuah komitmen bahwa buah dari hubungan ini adalah konsekuensi. Apapun itu konsekuensinya, kecewa ataupun bahagia masih rahasia Ilahi. Persiapkan diri adalah jalannya.:-)
Lalu bagaimana kita harusnya menyikapi yang namanya patah hati?
Mungkin tidak bisa dipungkiri, ketika kita kecewa yang memenuhi pikiran adalah rasa sakit dan mungkin saja penyesalan yang bisa membuatmu menangis begitu kencangnya. Oh,, ketika rasa sakit itu memenuhi pikiranmu, maka menangislah sekencang-kencangnya. Tapi jangan mengambil tindakan seperti itu terus-menerus, cobalah keluar ruanganmu. Dan katakan pada dirimu, umurmu terlalu pendek untuk dihabiskan dengan menangis dan patah semangat. Dan katakan juga pada hatimu, jika hatimu hanya ada satu, tidak akan ada yang bisa membuatnya hancur lebur, jika rasakan kecewa, itu hanya mematahkan sekeping saja, dan itu dapat direnovasi secepat kau menghirup udara pagi yang segar.
Jangan menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain,karena kebahagiaan itu datangnya dari diri sendiri. Dan kalaupun dengan keberadaan seseorang mampu membuatmu bahagia, itu bukan berarti seseorang tersebut memberikan kebahagiaan kepadamu, tapi hanya melengkapi kebahagiaanmu dari yang sebelumnya. Dia hanya bisa menjadi motivasi agar kamu bahagia lebih. Just it!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar